Sabtu, 24 Oktober 2026
Terbit : Sen, 07 September 2026

Bersatu dalam Doa, Forkopimcam dan Masyarakat Sanga Desa Mohon Hujan yang Penuh Berkah

Oleh : Admin PCNU Muba ASWAJA / BERITA / INFO TERKINI / KEGIATAN / KEISLAMAN / ULAMA
Bersatu dalam Doa, Forkopimcam dan Masyarakat Sanga Desa Mohon Hujan yang Penuh Berkah

SANGA DESA, MUSI BANYUASIN — Di tengah kondisi kekeringan dan musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, para kepala desa dan lurah, serta masyarakat Kecamatan Sanga Desa melaksanakan Shalat Istisqa secara serentak bersama masyarakat.

Shalat Istisqa tersebut dilaksanakan pada Senin, 7 September 2026, pukul 08.00 WIB, bertempat di halaman Kantor Camat Sanga Desa. Pelaksanaan Shalat Istisqa menjadi ikhtiar spiritual masyarakat untuk memohon pertolongan dan rahmat Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang bermanfaat, membawa keberkahan, serta memberikan kemaslahatan bagi seluruh masyarakat.

Sebelum pelaksanaan Shalat Istisqa, rangkaian kegiatan dipandu oleh Ustadz Nawawi, S.Th.I, selaku P2UKD Ngulak. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kesadaran bahwa manusia adalah makhluk yang lemah dan senantiasa membutuhkan pertolongan Allah SWT.

Sambutan Sekretaris Camat Sanga Desa Feri Susilo

Dalam sambutan Camat Sanga Desa Rusdiwan, S.Pd., M.Pd., yang disampaikan melalui Sekretaris Camat Sanga Desa Feri Susilo, S.H., M.H., disampaikan bahwa pelaksanaan Shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama sekaligus momentum untuk melakukan introspeksi diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Kemarau dirasakan sekarang, menurutnya, hendaknya menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak doa dan istighfar, serta menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Sementara itu, Kapolsek Sanga Desa Iptu Harun Suwardi dalam sambutannya mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan selama menghadapi kondisi cuaca panas, kabut dan kemarau. Ia juga mengimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, karena dapat menimbulkan kebakaran, membahayakan masyarakat, merusak lingkungan, serta berpotensi menimbulkan kabut asap.

“Jaga kesehatan dan jangan membakar lahan. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan agar kondisi kemarau ini tidak menimbulkan persoalan baru,” pesan Kapolsek.

Setelah rangkaian sambutan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan Shalat Istisqa yang diimami sekaligus khutbah dengan tema “Ketika Langit Menutup Pintu Air, Saatnya Hati Membuka Pintu Taubat” disampaikan oleh Ustadz Imam Irfa’i, S.Kom.I., Penyuluh Agama Islam pada KUA Kecamatan Sanga Desa. Di kalangan penyuluh agama, beliau juga diamanahi sebagai Sekretaris PD IPARI Kabupaten Musi Banyuasin.

Dalam khutbahnya, Ustadz Imam Irfa’i mengajak seluruh jamaah untuk tidak hanya melihat kemarau sebagai persoalan cuaca dan fenomena alam semata, tetapi juga menjadikannya sebagai momentum untuk melakukan muhasabah dan kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Mungkin hujan belum turun bukan karena Allah tidak memiliki air. Allah memiliki lautan yang luas. Allah memiliki awan yang tidak terhitung. Allah memiliki kekuasaan atas langit dan bumi. Tetapi boleh jadi Allah sedang mengajarkan kepada kita: ‘Wahai hamba-Ku, kembalilah kepada-Ku.’”

Ia menegaskan bahwa kekeringan dan kemarau yang berkepanjangan hendaknya menjadi teguran sekaligus seruan kasih sayang dari Allah SWT agar manusia kembali mengingat-Nya.

“Kekeringan dan kemarau ini bukanlah sekadar fenomena alam biasa, melainkan teguran dan seruan kasih sayang dari Allah SWT agar kita mau kembali bersimpuh kepada-Nya,” tuturnya.

Imam Irfa’i, S.Kom.I (Sekretaris PD IPARI Muba)

Lebih lanjut, Ustadz Imam Irfa’i mengingatkan bahwa keberkahan kehidupan tidak terlepas dari ketakwaan manusia kepada Allah SWT. Karena itu, momentum Shalat Istisqa hendaknya tidak berhenti pada permohonan turunnya hujan, tetapi juga diwujudkan dengan perubahan perilaku dan memperbanyak amal kebaikan.

“Rasulullah SAW mengingatkan bahwa tatanan kehidupan dan keberkahan bumi sangat erat kaitannya dengan ketakwaan penghuninya. Oleh karena itu, di tempat yang mulia ini, ayo berusaha kita akhiri kelalaian tersebut. Kita ganti kebiasaan maksiat dengan memperbanyak istighfar,” pesannya.Ray

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

PCNU Muba
Jln. Lingkar Randik, Kel. Kayu Ara, Kec. Sekayu Kab. Musi Banyuasin Prov. Sumatera Selatan
  • Selamat datang di website resmi PCNU Musi Banyuasin