
MUSI BANYUASIN – Pengurus Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) masa khidmat 2026–2028 resmi dilantik. Dalam momentum tersebut, kedua organisasi pelajar Nahdlatul Ulama ini menunjukkan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Nahdlatul Ulama melalui penyerahan cendera mata kepada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Musi Banyuasin.
PC IPNU Muba dinahkodai oleh Nur Ihwan Awali, S.Sos., sementara PC IPPNU Muba dipimpin oleh Raisya Caroline, S.I.Pol. Keduanya diharapkan mampu membawa semangat baru dalam menggerakkan kaderisasi pelajar NU, memperkuat nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta mendorong lahirnya generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Penyerahan cendera mata tersebut diterima langsung oleh Ketua PCNU Kabupaten Musi Banyuasin, KH. Muhammad Jazuli, bersama Rais Syuriyah PCNU Muba, Kyai Makhfud Masduqie. Momen ini menjadi simbol penghormatan, kecintaan, serta komitmen kader IPNU dan IPPNU untuk senantiasa menjaga hubungan organisatoris dan spiritual dengan para ulama serta jajaran kepengurusan NU.
Lebih dari sekadar pemberian cendera mata, momentum tersebut mencerminkan pentingnya kesinambungan perjuangan Nahdlatul Ulama melalui pembinaan generasi muda. IPNU dan IPPNU sebagai badan otonom NU yang berfokus pada pelajar memiliki peran strategis dalam menyiapkan kader penerus perjuangan organisasi, sekaligus menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan, pengabdian, dan penguatan karakter generasi muda.
Dengan kepemimpinan baru masa khidmat 2026–2028, PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Musi Banyuasin diharapkan semakin aktif menghadirkan program-program yang bermanfaat, memperluas jangkauan kaderisasi, serta membangun kolaborasi dengan PCNU dan seluruh elemen Nahdlatul Ulama di Kabupaten Musi Banyuasin.
Semangat khidmah, kaderisasi, dan kolaborasi tersebut menjadi modal penting bagi IPNU dan IPPNU untuk terus tumbuh sebagai organisasi pelajar yang tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga mampu melahirkan generasi penerus NU yang siap menjaga tradisi, merawat persatuan, dan menjawab tantangan zaman.