SEKILAS INFO
  • 1 tahun yang lalu / DIRGAHAYU HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE-77 TAHUN 2022, PULIH LEBIH CEPAT BANGKIT LEBIH KUAT
  • 3 tahun yang lalu / Selamat datang di website resmi PCNU MUSI BANYUASIN ; pcnumuba.or.id
WAKTU :

Rumah Sakit Gaza di Serang, Zionis Hapus Aturan Perang?

Terbit 13 November 2023 | Oleh : Admin PCNU Muba | 1232 Views | Kategori : BERITA / INFO TERKINI
Rumah Sakit Gaza di Serang, Zionis Hapus Aturan Perang?

Saat ini dunia sedang dihebohkan oleh pembantaian yang dilakukan oleh Israel terhadap warga sipil di Palestina. Alih-alih menganggap tragedi ini perang, kalimat pembantaian lebih tepat untuk menggambarkan situasi saat ini. Hingga opini ini ditulis, terhitung sudah 36 hari warga Palestina mendapatkan serangan secara brutal oleh kelompok zionis tersebut, mulai dari pengeboman, penembakan, hingga penangkapan warga sipil di Gaza, Palestina.

Foto: Seorang pria Palestina membawa jenazah seorang anak yang tewas dalam serangan Israel di sebuah rumah sakit, di Jalur Gaza tengah, 5 November. (REUTERS/Mohammed Salem)

Foto: Seorang pria Palestina membawa jenazah seorang anak yang tewas dalam serangan Israel di sebuah rumah sakit, di Jalur Gaza tengah, 5 November. (REUTERS/Mohammed Salem)

Pada 17 Oktober kemarin, kelompok Zionis lepaskan serangan udara di Rumah Sakit Arab Al-Ahli di Gaza. Lalu, ledakan juga terjadi di dekat Rumah Sakit Al Quds pada 23 Oktober dini hari, padahal Rumah Sakit Al Quds ini menampung ribuan pengungsi perempuan dan anak-anak. Tidak hanya itu, serangan udah Israel juga menyasar ke Rumah Sakit Indonesia yang berada di jalur Gaza. Dan baru-baru ini, Tentara Israel menyertakan alasannya, setelah sebelumnya mengatakan bahwa serangan udara yang terjadi di Rumah Sakit Arab Al Ahli merupakan serangan dari kelompok Islam Palestina, kali ini mereka melakukan serangan ke Rumah Sakit Indonesia, dengan alasan bahwa  Rumah Sakit Indonesia menyimpan pasukan bahan bakar. Dan saat ini, rumah sakit di Gaza sangat rentan menjadi target serangan Israel.

Melalui saluran siaran yang dibuat oleh Amar Risalah melalui platform Instagram, Pemerintah Palestina di Gaza menyebutkan sudah 40 Ribu ton peledak telah diledakkan di Gaza oleh Israel, sejak Awal perang. Efek dari serangan ini, warga Gaza yang tewas capai 11.000 lebih dan lebih dari 4.000 diantaranya adalah anak-anak.

Ada pula yang menjadi pertanyaan pada taktik perang yang Zionis pakai, apakah serangan ke rumah sakit, sampai target pembantaian yang merupakan warga sipil, perempuan hingga anak-anak seperti ini diperbolehkan dalam perang?

Sebagai agama rahmatan lil alamin, yakni agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi alam semesta. Islam mengatur segalanya baik ekonomi, politik, sosial, tak terkecuali mengatur peperangan agar tidak terjadi kerusakan.

Dasar boleh melakukan peperangan disebutkan dalam surat Al Hajj ayat 39 yang berbunyi:

“Telah diizinkan (berperang) bagi siapa yang telah diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesunggunya Allah benar-benar Mahakuasa menolong mereka itu.”

Kemudian surat Al Anfal ayat 60 yang berbunyi:

“Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu, dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi(dirugikan).”

Dalam islam, sasaran perang adalah prajurit musuh yang ikut berperang. Wanita, anak-anak, hingga orangtua tidak boleh dibunuh, sesuai dengan hadits Rasulullah SAW. Dari Abdullah bin Umar, ia berkata, “Aku mendapati seorang wanita terbunuh dalam sebuah peperangan bersama Rasulullah SAW. Kemudian beliau melarang membunuh kaum wanita dan anak-anak dalam peperangan.” (HR. Bukhari No 3015 dan Muslim No 1744)

Diterangkan juga dalam surat Al Qashas ayat 77, Allah Swt. berfirman:

“…dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.”

Fasilitas umum seperti rumah sakit, sekolah, tempat ibadah, tidak boleh menjadi sasaran penghancuran dalam perang. Selain itu, penggunaan senjata nuklir atau senjata pemusnah massal yang membunuh tanpa melihat siapa yang menjadi sasaran senjata juga dilarang karena mengakibatkan kerusakan yang sangat parah.

Adapun aturan perang dalam Hukum Humaniter Internasional, mengenai aturan berperang yang benar. Benar dalam hal ini adalah tidak semena-mena melakukan penyerangan. Apabila dibandingkan dengan hukum Humaniter Internasional, aturan perang dalam Islam tidak berbeda jauh.

Jika dilihat sejauh ini, aturan perang seperti apa yang digunakan oleh zionis untuk merampas wilayah di Gaza?

Pembantaian masal, penahanan warga sipil secara tidak wajar, pengeboman di pemukiman penduduk, serangan terhadap tenaga medis dan rumah sakit, tidak hanya melanggar aturan perang, tapi menjadi gambaran dari kacaunya taktik perang oleh zionis Israel.

Melihat dari banyaknya juga jumlah peledak yang sudah jatuh ke tanah Gaza untuk ukuran negara yang tidak begitu besar, dengan perlengkapan pertahanan yang tidak secanggih Zionis, ukuran tersebut seharusnya sudah bisa melenyapkan tanah Palestina, namun, puluhan tahun serangan dijatuhkan, Palestina masih bertahan sebagai sebuah negara dan berdiri hingga sekarang. Meski konflik ini  belum menemui titik selesainya, namun pertahanan para mujahid di Palestina, kasus ini mengingatkan kita pada kejadian perang badar. Kejadian perang badar sendiri terjadi pada 17 Ramadan 2 Hijriah. Dalam perang ini, pasukan muslim dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad SAW dengan jumlah anggora perang ebrjumlah hanya 313 orang, sedangkan jumlah pasukan lawan mereka, kaum kafir Quraisy, mencapai 1.000 orang lebih. Namun dengan kuasa Allah Swt. dikirimkanlah malaikat untuk membantu umat Islam memenangkan perang tersebut.

Sementara yang kita tau, para Mujahid di tanah Palestina sendiri memegang teguh etika perang sesuai dengan ajaran Islam, seakan tidak peduli bahwa perang ini sangat tidak memandang kemanusiaan, sekaligus menjadi bukti nyata, bahwa iman adalah perisai dari segalanya. Banyak pula video-video para tentara muslim yang ditengah medan perang masih menyempatkan diri untuk melaksanakan kewajiban umat muslim yakni sholat. Dunia bahkan menyoroti sikap orang-orang muslim di Palestina yang tidak pernah mengutuk orang-orang Israel atas konflik yang bahkan membuat masing-masing mereka kehilangan banyak anggota keluarga, menjadi sebatangkara hingga menyaksikan seberapa keji kaum zionis menyerang tanah mereka selain dengan ucapan ‘Alhamdulillah, ia telah syahid”.

Dilihat dari keteguhan Iman orang-orang di Palestina, tentunya kita ingat dengan satu ayat pada surat Al Baqarah ayat 286 : “Bahwa Allah tidak membebani seseorang diluar kemampuannya.”

Rasulullah saw. juga bersabda:

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada Mukmin yang lemah. Segala sesuatunya lebih baik. Tampakanlah terhadap hal-hal yang bermanfaat bagimu dan minta tolonglah kepada Allah dan janganlah engkau menjadi tak berdaya.” (Muslim)

Jadi, bukan hal yang mustahil jika sebenarnya, Allah Swt. telah mengirim para malaikatNya untuk membantu para Mujahid di tanah Palestina.(MA)

Penulis Meli Andini ( Pegawai Staff Kemenag Muba dan Mahasiswa Pascasarjana Jurusan Ilmu Komunikasi Bina Darma Palembang)

SebelumnyaMusibah, Teguran atau Ujian Allah SesudahnyaPeringatan Hari Santri Nasional sekaligus Milad PP Al-Ma'arif ke-III Babat Toman

Berita Lainnya

0 Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.