
Sungai Angit, 15 Agustus 2026, Suasana penuh khidmat sekaligus meriah mewarnai Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar pada malam minggu, selepas salat Isya. Kegiatan tersebut berlangsung di pelataran halaman Masjid At-Taqwa, Dusun V KM 10, Desa Sungai Angit, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin.
Pengajian dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut dihadiri ratusan jamaah dan masyarakat dari berbagai kalangan. Sejak awal acara, halaman Masjid At-Taqwa tampak dipenuhi jamaah yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh H. Aropah, S.Ag., M.Pd.I. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an tersebut semakin menambah suasana religius sebelum memasuki rangkaian acara berikutnya.
Selanjutnya, Kiyai Makhdum selaku Ketua Panitia sekaligus Ketua MWCNU Babat Toman menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta mengajak seluruh jamaah menjadikan momentum peringatan Maulid sebagai sarana untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
“Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi kita untuk mengenang perjuangan Rasulullah SAW, meneladani akhlak beliau, serta meningkatkan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini, ukhuwah dan silaturahmi masyarakat semakin erat,” ungkapnya.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Bupati Musi Banyuasin, H.M. Toha Tohet. Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut dan mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, kerukunan, serta meningkatkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Mari kita jadikan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW ini sebagai kesempatan untuk memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin tentu mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Memasuki acara inti, jamaah kemudian disuguhi ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Mumuy Abdul Mukti, S.Pd., penceramah kondang yang dikenal sebagai Juara 1 Aksi Indosiar 2015.
Dengan gaya penyampaian yang khas, komunikatif dan penuh humor, Ustadz Mumuy Abdul Mukti berhasil menciptakan suasana pengajian yang hidup. Pesan-pesan keagamaan disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan diselingi humor yang menghibur.
Tak ayal, suasana halaman Masjid At-Taqwa sesekali dipenuhi gelak tawa jamaah. Para jamaah tampak antusias menyimak ceramah, bahkan beberapa kali terdengar tawa terbahak-bahak ketika sang penceramah menyampaikan kisah dan humor yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Namun di balik suasana penuh canda tersebut, Ustadz Mumuy tetap menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW, memperbanyak salawat, menjaga hubungan baik dengan sesama, serta menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama dalam kehidupan.

Peringatan Maulid Nabi tersebut kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Ahmad Mubari, Pengasuh Pondok Pesantren Sirojul Ulum Babat Toman. Doa bersama menjadi penutup seluruh rangkaian kegiatan dengan harapan keberkahan senantiasa diberikan kepada masyarakat, khususnya Desa Sungai Angit dan Kabupaten Musi Banyuasin.
Sejumlah tokoh dan pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Camat Babat Toman Darwin, S.Pd, Kepala Desa Sungai Angit Zubaidah, Pengasuh Pondok Pesantren Sirojul Ulum Babat Toman KH. Ahmad Mubari, Sekretaris PD IPARI Muba Imam Irfa’i,S.Kom.I,Wakil Ketua PCNU Musi Banyuasin Ky. Sirojuddin, Rais Syuriyah MWCNU Babat Toman Imam Tabroni, Ky.Aspiah Saepudin, serta para sesepuh dan tokoh masyarakat Desa Sungai Angit.
Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran manusia agung pembawa risalah Islam, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi antara ulama, umara, tokoh masyarakat dan seluruh lapisan masyarakat.
Melalui peringatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin mencintai Rasulullah SAW dan mampu menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari, sehingga nilai-nilai akhlakul karimah terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.