SEKILAS INFO
  • 4 bulan yang lalu / DIRGAHAYU HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE-77 TAHUN 2022, PULIH LEBIH CEPAT BANGKIT LEBIH KUAT
  • 1 tahun yang lalu / Selamat datang di website resmi PCNU MUSI BANYUASIN ; pcnumuba.or.id
WAKTU :

Ukuran Nikmat

Terbit 20 September 2022 | Oleh : admin@pcnumuba | 2617 Views | Kategori :
Ukuran Nikmat

UKURAN NIKMAT
*******************************
Pagi ini melihat simbok penjual sayur menyeruput teh… nampak nikmat sekali… setelah puas ditutupnya kembali cangkir blirik ijo…

Aku belajar…Ternyata pada akhirnya semua rasa itu sama… Secangkir teh blirik itu hanyalah 2000 rupiah.

Namun simbok begitu menikmatinya.. tidak beda dengan nikmatnya teh yang dibeli di cafe atau resto mahal.

Seberapa lama teh itu nikmat…? Hanyalah sepanjang perjalanan sampai di tenggorokan… setelah itu rasanya lenyap.
Tak beda dengan minuman semahal apapun.

Begitu pula nikmat-nikmat yang lain…, ketika tidur di kasur yang empuk ataupun tikar, ketika mata terpejam, kita tak bisa membedakan saat ini tidur di mana.. nikmatnya kasur empuk hanyalah terasa sampai mata ini terpejam dan kesadaran yang perlahan hilang.

Dan biasanya orang yang bahagia, mau tidur di kasur empuk atau tikar tetaplah bisa tidur..

Begitu pula tentang sebuah penderitaan. Sewaktu melakukan perjalanan Blitar-Surabaya, saat tdk mendapat tempat duduk di bis… pegel-pegel kaki ini… dan baru dapat tempat duduk, 20 menit menjelang turun.

Rasanya penderitaan 2 jam sebelumnya tidak terasa lagi.

Nikmaaatt sekali 20 menit ini. Namun senikmat apapun, saat kondektur bilang “Surabaya terakhir Surabaya terakhir…” maka tanpa pikir panjang atau berat hati saya berdiri.. Kursi saya tinggalkan. Tak terpikir utk membawa kursi bis.
Entah esok akan dapat kursi lagi atau tidak.. pokoknya kursi saya tinggalkan.
Begitu pula dengan kursi jabatan.. saatnya selesai, tinggalkan kursi dEngan senang hati.
Ternyata kehidupan itu hanyalah tentang rasa… dan segala rasa hanyalah sebentar dan akan berganti rasa yang lain.
Tak usahlah bertahan pada satu rasa… entah itu bahagia atau derita.. semua hanya sementara.
Maka pada hatiku ini aku berpesan …
Apapun rasa yang hadir padamu saat ini., nikmati sajalah.. karena semua hanya sementara…
Nikmatilah hidup ini dan berusahalah sebaik mungkin sebagai hamba yang taat kepada Allah SWT dan menjadi kenangan yang indah bagi semua orang….

Tidak seorang pun di dunia ini akan senantiasa berada dalam kenikmatan dan kebahagiaan, sekalipun ia seorang raja.

Dan sebaliknya tidak seorang pun di dunia akan senantiasa dalam kepahitan dan kesedihan, sekalipun ia rakyat biasa.

Karena sejatinya setiap insan telah Allah tetapkan antara kesedihan dan kebahagiaannya masing-masing.

Pun demikian juga dengan segala kekurangan dan kelebihannya,

Rezeki kita masing-masing sudah Allah bagi dengan berbagai bentuk dan macamnya,

Semua sangat pas takarannya dan sangat tepat pada tempatnya….
Dan kita semua menikmatinya dengan cara yang berbeda-beda….

Ada yang di beri kesehatan namun tidak dengan kekayaan….

Ada yang di beri harta namum tidak dengan ke shalihan….

Ada yang di beri paras yg menawan namun tidak dengan kebaikan akhlak….

Ada yang di beri jabatan dan pangkat namun tdk dengan kedaimainan rumah tangganya,

Ada yang di beri kecerdasan namun tidak dengan fisik yang sempurna,

Ada yang di beri pasangan hidup yang sabar namun tidak dengan keturunan,

Ada yang berpenghasilan besar namun tidak dengan kebersamaan bersama keluarga dan saudara,

Dan Ada yang memiliki penghasilan pas-pasan namun ia di beri keluarga yg harmonis, anak-anak yg shalih, dan kesehatan….

Begitulah cara Allah membagikan rezekinya kepada hambanya.

Jika kita lihat, hampir setiap dari kita telah mendapatkan rezekinya dari Allah,

Dan selanjutnya tugas kita tinggal bagaimana mensyukuri….

Maka kita tidak perlu iri dengan rezeki orang lain, karena kita tidak tau apa yang Allah akan ambil darinya,

Dan kita tidak perlu juga sedih akan cobaan yg kita terima, karena kita tidak akan tau apa yang Allah akan berikan kepada kita.
***********************
By Ali Merdek@68

SebelumnyaPERISTIWA PRA PENCIPTAAN MANUSIA

Tausiyah Lainnya