SEKILAS INFO
  • 1 tahun yang lalu / DIRGAHAYU HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE-77 TAHUN 2022, PULIH LEBIH CEPAT BANGKIT LEBIH KUAT
  • 3 tahun yang lalu / Selamat datang di website resmi PCNU MUSI BANYUASIN ; pcnumuba.or.id
WAKTU :

Tetap Berjuang Menyampaikan Butir-Butir Dakwah Ke Setiap Jama’ah

Terbit 31 Januari 2024 | Oleh : Admin PCNU Muba | 4415 Views | Kategori : ASWAJA / BERITA
Tetap Berjuang Menyampaikan Butir-Butir Dakwah Ke Setiap Jama'ah

Sekayu-Dakwah adalah tugas mulia yang menyeru kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran. Mengajak untuk beriman kepada Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.

Hal itulah yang menjadi salah satu tugas pokok penyuluh agama Islam dibawah Kementerian Agama. dimana Penyuluh Agama adalah ujung tombak dalam syiar Dakwah yang dilakukan oleh Kementerian Agama. Rabu, 31/1/2024.

Bukan tidak mungkin dalam tugas sebagai Penyuluh Agama mendapati tantangan berat baik kondisi dan situasi yang tidak memungkinkan untuk dijalani. Kondisi jalan yang rusak, dan juga jauh dari akses kota.

Seperti Kecamatan Bayung Lencir dekat perbatasan jambi atau kecamatan Lalan dengan dua model transportasi bisa darat dan sungai hal tersebut tidak menyurutkan niat seorang Penyuluh Agama Islam untuk tetap berjuang menyampaikan butir-butir Dakwah ke setiap jamaah.

Kisah ini  juga,  yang dirasakan oleh penyuluh Agama Islam Kementerian Agama  Kabupaten Musi Banyuasin, saking jauh perjalanan ada yang kerusakan motor atau bocor ban, pas musim hujan jalannya susah dilewati karena tanah becek, semuanya diniatkan ikhlas pengabdian masyarakat dalam penyebaran agama Islam yang cinta damai.

Dalam al-Qur`an, disebutkan, “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya” (Qs. al-Zalzalah: 7-8).

Allah berfirman 

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ 

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah” (QS. Ali Imran, 3: 110).

Dalam medan dakwah, seorang dai akan merasakan panjangnya perjalanan, beratnya beban, problematika manusia sekitar yang datang tumpang tindih, kelapangan hati atau sebaliknya dalam menerima metode dakwahnya, intensitas kekuatan dan kelemahan daya tangkap masyarakat awam, menjadikan seorang dai yang ikhlas lebih menyingsingkan lengannya dan lebih khusyu dalam bermunajat kepada Tuhannya. Ia senantiasa merasakan bahwa Allah swt selalu memerhatikan dan mengawasinya agar ia takkan kehilangan kendali dalam memegang roda dakwahnya dan tidak tersesat di tengah arus kehidupan.

Penulis: Imam Irfa’i (Sekretaris PD IPARI Muba), Penyuluh Agama Islam KUA Sanga Desa

SebelumnyaKEMENAG MUBA BERENCANA BANGUN MAN 2 DIWILAYAH MUBA TIMUR

Berita Lainnya

0 Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.